Mencuri Sendal dihukum 5 Tahun, Korupsi Milyaran dihukum 4,5 Tahun

Pencuri Sandal Jepit Dihukum 5 tahun bui, gila!


AAL (15) , pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Palu, di Jalan Tanjung Santigi, Palu Selatan, Sulawesi Tengah, tentu tidak pernah menyangka karena mencuri sandal jepit seharga Rp 30 ribu ia harus berhadapan dengan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah. AAL didakwa mencuri sepasang sandal jepit bermerek milik Brigadir Polisi

Satu Ahmad Rusdi Harahap dari kos-kosannya pada November 2010 lalu.
Hakim Tunggal PN Palu Rommel F Tampubolon yang menyidangkan kasus ini, Selasa 20 Desember sudah mendengarkan dakwaan jaksa. AAL didakwa Jaksa Naseh melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP Pidana tentang pencurian dan dituntut 5 tahun penjara. Terdakwa AAL didampingi Penasihat Hukum Elvis Dj Katuwu yang sampai akhir persidangan terus berkata tak habis pikir lantaran kasus ini bisa sampai ke pengadilan.
“Masih banyak kasus-kasus besar yang harus kita prioritaskan. Ini kasus kenakalan anak-anak biasa. Pelakunya pun di bawah umur. Semestinya sejak awal kasus ini berakhir dengan jalan lebih bijak ketimbang membawanya ke pengadilan,” kata Elvis.

Dari paparan dakwaan Jaksa Naseh, kisah ini bermula pada November 2010 ketika AAL bersama temannya lewat di Jalan Zebra di depan kost Brigadir Polisi Satu Ahmad Rusdi Harahap melihat ada sandal jepit, ia kemudian mengambilnya. Suatu waktu pada Mei

2011, Polisi itu kemudian memanggil AAL dan temannya. Menurut Ahmad, polisi itu, kawan-
kawannya juga kehilangan sandal. AAL dan temannya pun diinterogasi sampai kemudian AAL mengembalikan sandal itu. Tim penasihat hukumnya menganggap aneh bila
kasus ini terus berlanjut ke pengadilan dan hanya melibatkan AAL, padahal AAL hanya mengakui mencuri sepasang sandal. Persidangan kasus ini berlangsung tertutup karena
AAL berstatus di bawah umur. Sebanyak 10 orang penasihat hukum mendampingi AAL lantaran menganggap kasus ini penting menjadi bahan pelajaran hukum bagi masyarakat umum.
“Kasus kecil diseriusi, tapi kasus-kasus besar jarang sampai ke pengadilan,” sahut Elvis. Akhirnya, hanya untuk kasus pencurian sandal seharga Rp 30 ribu saja, AAL terancam 5 tahun penjara.

Sumber: http://muhyasir.wordpress.com/2011/12/26/pencuri-sandal-jepit-dihukum-5-tahun-bui-gila/

Nenek Pencuri Singkong, Divonis 2,5 Tahun Penjara



Seorang nenek diadili gara-gara mencuri singkong. Namun majelis hakim berpihak ke sang nenek meski tetap menjatuhkan vonis. 

Potret ketidakadilan rakyat kecil yang disertai foto tersebut menghiasi akun facebook milik Polres Sidoarjo, Kamis (1/3/2012) siang. Sayangnya, penguggah tidak menyebutkan lokasi pengadilan negeri yang menyidangkan kasus nenek versus pengusaha singkong itu.

Inilah cerita yang diunggah Polres Sidoarjo di akun facebook miliknya.

Di ruang sidang pengadilan, seorang hakim duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong. Nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya kelaparan.

Namun seorang laki-laki yang merupakan manajer dari PT yang memiliki perkebunan singkong tersebut tetap pada tuntutannya, dg alasan agar menjadi contoh bagi warga lainnya.

Hakim menghela nafas. dan berkata, "Maafkan saya, bu", katanya sambil memandang nenek itu.

"Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU".

Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam. Namun tiba-tiba hakim mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil dan memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin yang berada di ruang sidang.

"Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini, sebesar Rp 50 ribu, karena menetap di kota ini, dan membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya".

"Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.” 

Sebelum palu diketuk, nenek itu telah mendapatkan sumbangan uang sebanyak Rp 3,5 juta dan sebagian telah dibayarkan ke panitera pengadilan untuk membayar dendanya, setelah itu nenek itupun pergi dgn mengantongi uang 3,5jt rupiah, termasuk uang 50rb yg dibayarkan oleh manajer PT yang menuntutnya yg tersipu malu karena telah menuntutnya.

Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh kepada aparat penegak hukum lain untuk bekerja menggunakan hati nurani dan mencontoh “hakim Marzuki”.


Sumber : http://masrozi.blogspot.com/2013/06/nenek-pencuri-singkong-divonis-25-tahun.html


KORUPSI MILYARAN RUPIAH, ANGELINA SONDAKH DIVONIS 4,5 TAHUN PENJARA



Terdakwa dugaan suap Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh akhirnya dijatuhkan vonis berupa hukuman empat tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan.
Dalam penilaiannya hakim melihat bahwa Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dengan menerima pemberian berupa uang senilai total Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai untuk proyek perguruan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional
"Menyatakan terdakwa Angelina Patricia Pingkan Sondakh terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP sebagaimana dakwaan ketiga," jelas ketua majalis hakim Sudjatmiko di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (10/1).
Hakim sendiri menilai Angie hanya terbukti menerima uang Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika, atau sekitar Rp 14,5 miliar. Jumlah itu begitu jauh dari data yang digulirkan jaksa yang menyebut Angie terbukti menerima uang senilai total Rp 12,58 miliar dan 2.350.000 dollar AS sepanjang 2012. Menanggapi vonis ini, Angie beserta kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan banding atau tidak.

Faktor ketidakberimbangan dalam menjalankan hukum dan keadilan akan mempunyai dampak yang begitu meluas dimata masyarakat. Terlebih ketika hal itu menyangkut masalah hukum seorang yang menjadi wakil rakyat. Ini tentu menjadi pembelajaran yang tidak baik bagi masyarakat luas bahwa kasus korupsi dengan nilai yang besar tidak menghasilkan hukuman yang setimpal bagi pelakunya.  

sumber :http://www.jawaban.com/index.php/news/detail/id/91/news/130111022249/limit/0/Korupsi-Milyaran-Rupiah-Angelina-Sondakh-Divonis-45-Tahun-Penjara


EKS WALIKOTA SALATIGA DIVONIS 1 TAHUN 
PENJARA TERKAIT KORUPSI 

Semarang, - Mantan Wali Kota Salatiga, Jhon Manopo dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan kurungan oleh hakim Pengadilan Tipikor Semarang terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Salatiga tahun 2006-2008.

Hakim ketua, Suyadi mengatakan terdakwa telah menyalahgunakan jabatannya sewaktu menjabat sebagai Wali Kota Salatiga. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa satu tahun penjara," kata Suyadi dalam amar putusannya di PN Tipikor Semarang, Selasa (19/8/2014).

Sementara itu hal-hal yang meringankan terdakwa yaitu sopan dalam proses sidang dan sudah berusia lanjut. Terdakwa juga dianggap berjasa saat menjadi Wali Kota Salatiga dan sudah mengembalikan uang Rp 55 juta, setara dengan uang hasil korupsi yang dinikmatinya.

Meski hakim ketua menyatakan bersalah, namun hakim anggota, Robert Passaribu menyatakan dissenting opinion yaitu terdakwa tidak secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan korupsi sebab keterangan saksi kunci tidak bisa dijadikan alat bukti karena belum disumpah.

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa menyatakan menerimanya. Sedangan jaksa Kejari Salatiga belum menentukan sikap. "Saya menerima," kata Jhon.

Dalam kasus tersebut, Jhon Manopo diduga menyalahgunakan jabatannya dalam pengelolaan PDAU Salatiga tahun 2006-2008. Dari perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Jateng total kerugian dalam kasus tersebut senilai Rp 222,5 juta dan Jhon menikmati dana tersebut sebesar Rp 55 juta dari total kerugian sedangkan sisanya dinikmati terdakwa Adi Sutardjo

SUMBER :http://news.detik.com/read/2014/08/19/193059/2666835/1536/eks-wali-kota-salatiga-divonis-1-tahun-penjara-terkait-korupsi

Kapok Bisnis MLM, Angga Sukses Usaha Batagor Beromzet Ratusan Juta

Kapok Bisnis MLM, Angga Sukses Usaha Batagor Beromzet Ratusan Juta

myoyeah - detikfinance
Jumat, 27/12/2013 10:51 WIB






Jakarta -Setiap pengalaman pasti selalu ada hikmahnya, termasuk pengalaman pahit yang dialami Angga Januar K. Ia merasakan pengalaman sangat pahit berkali-kali gagal dalam berbisnis.

Pengalaman kebangkrutan pertama terjadi pada 2003, Angga dan ibunya tergiur bisnis Multi Level Marketing (MLM) yang menjanjikan dengan berbagai bermacam bonus menggiuarkan mulai dari mobil mewah hingga rumah megah. 

Ternyata gambaran yang serba manis tersebut tidak semanis kenyataannya. Keberanian mereka dalam menggelontorkan uang untuk Usaha MLM tersebut justru membuat mereka kehilangan mobil dan rumahnya di Cimahi, Jawa Barat. Harta benda mereka tersebut terpaksa dijual untuk menutupi kerugian bisnis MLM.

Kegagalan terjadi lagi ketika mereka mulai merintis Usaha baru di bidang konveksi. Angga tertipu oleh salah seorang konsumen dari Kalimantan. Usaha konveksi ini terpaksa juga ditutup karena kehabisan modal. 

"Kejadian itu terjadi di tahun 2005, konsumen baru bayar DP (uang muka) 25 % untuk order dari konveksi saya. Setelah seluruh ordernya selesai dan dikirim, orang yang order tidak bisa dihubungi lagi," tutur Angga seperti dikutip dari myoyeah, Jumat (27/12/2013)

Ia terus memutar otaknya mencari bidang Usaha baru yang kira-kira bisa cepat menghasilkan. Angga curhat kepada bapaknya yang kebetulan adalah seorang akuntan di sebuah bank swasta. 

"Papa tinggal punya sisa tabungan Rp 20 Juta untuk keluarga waktu itu," Angga.

Menurut Angga, bapaknya menyarankan bisnis yang putaran uangnya cepat adalah usaha makanan. Kemudian ia terpikir untuk berbinis batagor karena penggemar batagor. 

"Papa mengaudit rencana anggaran Usaha yang saya bikin. Awalnya rencana anggaran itu mencapai angka Rp 15 Juta. Setelah Papa koreksi dan memberi saran untuk mencari bahan baku dan alat-alat yang paling murah, modal awal usaha ini ternyata hanya butuh Rp 6 Juta," katanya.

Angga tidak butuh waktu terlalu lama untuk bangkit dari keterpurukan. Dua tahun setelah kebangkrutan parah di bidang Usaha konveksi, dengan modal awal Rp 6 Juta mereka memulai usaha baru. 

Tepatnya, pada Februari 2007 mereka meluncurkan produk dan brand Batagor Hanimun.
Ada satu pelajaran penting yang didapat dari dua keterpukurukan usaha yang dia jalankan. 

"Ya, saya menyadari kalau waktu dulu kami buruk dalam hal manajemen," katanya.

Selain membenahi manajemen, ada satu lagi strategi yang dipilih Angga yaitu mengikuti pameran. Angga sangat rajin mengikuti pameran, khususnya yang diadakan di Bandung. Saking rajinnya, dia mendapat julukan yang agak nyeleneh dari teman-temannya yaitu jurik pameran alias hantu pameran. 

Alasan Angga sebenarnya sangat masuk akal, karena pameran adalah ajang promosi plus untuk menggaet konsumen berjumlah besar dalam waktu singkat. Dibanding penjualan produk harian terutama waktu masih dengan mobil keliling, jumlah penjualan di ajang pameran meningkat pesat. Bukan 2-3 kali besarnya, tapi bisa belasan kali dibanding penjualan reguler.

Itulah alasan mengapa ia sangat getol mengikuti pameran. Dari pameran juga, akhirnya Angga mendapatkan “durian runtuh” yang memasok pendapatan terbesar Usahanya sekarang ini. 

Cerita itu bermula ketika ia mengikuti pameran bertajuk PKBL UKM Expo 2009. Selain produknya laris manis dan habis sebelum hari gelap, di ajang inilah ia bertemu investor yang menjadi salah satu tonggak sukses dalam Usahanya.

"Ketika itu ada satu keluarga yang setiap hari datang ke booth Batagor Hanimun selama pameran.
Di hari pertama mereka datang tapi tidak kebagian, karena batagor sudah habis. Hari berikutnya mereka datang lebih awal dan membeli batagor saya. Setelah itu ibunya minta nomor telepon saya," katanya.

Dari pameran inilah kemudian Angga mendapatkan mitra dalam mengembangkan bisnisnya. Untuk pertama kalinya dia membuka toko permanen di Rest Area 97 dengan sang mitra yaitu ibu yang datang ke booth-nya saat pameran. 

Uniknya, Angga memulai kemitraan ini hampir tanpa persiapan business plan. Tak mengira bakal langsung diajak bermitra, dia kaget ketika ditanya berapa dana investasi batagor miliknya. Dengan sedikit asal, dia mengatakan nilainya Rp 10 juta. 

Ternyata kemitraan yang dibangun tanpa rencana itu adalah awal kemajuan Batagor Hanimun. Penjualan dilokasi barunya mencapati 40 ribu pcs/bulan. Jumlah yang sangat besar dan tak terbayangkan olehnya sebelumnya. Setelah membuka gerai di Rest Area 97 peruntungan Angga terus menanjak. 

Batagor Hanimun sekarang ini sudah memiliki delapan cabang: 4 di Bandung, 1 di Rest Area Tol Cipularang, 2 di Jakarta dan 1 di Bogor. Dengan cabang yang cukup berkembang, omzet Angga cukup menggiurkan, mencapai Rp 300 juta per bulan.

Fakta Yang menarik dari Tubuh Manusia



Fakta Yang menarik dari Tubuh Manusia
1. Asam lambung kita sebenarnya cukup kuat untuk mencerna seng dan timah. Untungnya sel-sel pada dinding lambung kita diperbarui dengan sangat cepat sehingga asam lambung tidak sempat berbalik jadi “senjata makan tuan”.
2. Paru-paru terdiri dari 3 milyar capillaries (urat nadi kecil). Kalau urat-urat ini disambung jadi satu panjangnya bisa mencapai 2400 km.

3. Testikel pria menghasilkan 10 juta sperma baru tiap hari. Cukup untuk mengganti semua manusia di muka bumi ini hanya dalam waktu 6 bulan.

4. Tulang manusia sangat kuat – sekuat batu granit dalam menahan beban. Percobaan dengan sepotong tulang dengan ukuran sebesar korek api bisa menahan beban sampai 9 ton – 4 kali lebih kuat dari besi beton.

5. Kuku kita perlu waktu 6 bulan untuk tumbuh dari pangkal sampai ke ujung jari.

6. Organ terbesar dalam tubuh kita adalah kulit. Laki-laki dewasa luas kulitnya sekitar 1,9 m2. Kulit terus menerus diperbarui oleh tubuh kita dan sepanjang hidup setiap orang menghasilkan limbah kulit seberat 18 kg.

7. Ketika tidur, tubuh mengembang sekitar 8 mm. Saat bangun tubuh mengerut lagi seperti semula. Mengapa begitu? Ternyata tulang rawan kita bisa mengembang dan mengerut (saat berdiri dan duduk) seperti spon karena pengaruh gravitasi.

8. Rata-rata orang bule makan 50 ton dan minum 50 ribu liter air sepanjang hidupnya.

9. Setiap ginjal terdiri dari 1 juta filter tunggal yang menyaring rata-rata 1,3 liter darah per menit dan menghasilkan 1,4 liter urin sehari.

10. Otot pada bola mata kita bergerak sekitar 100 ribu kali sehari. Sebagai perbandingan kalau diterapkan pada otot kaki kita sama dengan berjalan 80 km setiap hari.

11. Dalam waktu 30 menit panas rata-rata tubuh kita cukup buat merebus setengah galon air.

12. Satu sel tunggal tubuh kita hanya perlu waktu 60 detik untuk mengelilingi tubuh kita.

13. Kulup dari bayi yg disunat bisa tumbuh dari seukuran prangko menjadi seluas 3x lapangan basket. Hebat kan. Keajaiban dari science. Laboratorium menumbuhkan kulit ini untuk mengganti kulit korban luka bakar.

14. Sejak kita lahir sampai sekarang hanya ada satu bagian tubuh kita yg ukurannya tidak pernah berubah – Bola Mata.

15. Menurut Darwin (dan beberapa ilmuwan lain) usus buntu itu dulu sebenarnya adalah bagian ketiga dari sistem pencernaan kita.

Fungsinya untuk mencerna daun! Oleh karena manusia berhenti makan daun mentah dan mulai memasak semua makanannya akhirnya usus buntu kehilangan pekerjaannya. 

(Sumber: The Reader’s Digest Book of Facts)

MILIARDER DARI NOL



VIVAnews - Baru-baru ini Facebook mengumumkan akuisisi atas WhatsApp, aplikasi percakapan yang sedang populer di kalangan pengguna ponsel pintar dunia.

Dengan akuisisi tersebut, salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum langsung masuk ke dalam daftar miliarder baru dunia. Tak ada yang menyangka, Koum dahulu adalah orang miskin.

Keluarga Koum bermigrasi ke Amerika Serikat dari Ukraina dua dekade yang lalu dan sepenuhnya hidup bergantung pada tunjangan sosial. Namun, hari ini jumlah kekayaan yang dimilikinya diperkirakan lebih dari US$6,8 miliar.

Dilansir Business Insider, Jumat 21 Februari 2014, berikut adalah miliarder yang tidak hanya sukses membangun bisnisnya dari nol, tetapi mereka juga masuk dalam daftar miliarder baru dunia.

Cerita-cerita perjuangan mereka mengumpulkan pundi-pundi kekayaan mengingatkan kita semua bahwa siapapun bisa mencapai sukses luar biasa melalui tekad, ulet, keinginan yang kuat dan sedikit keberuntungan.

1. Jan Koum

Dia adalah CEO dan salah satu pendiri WhatsApp. Jumlah kekayaan yang dimiliki pria berusia 37 tahun itu, menurutForbes sekitar US$6,8 miliar.

Saat berusia 16 tahun, Koum bermigrasi ke Amerika Serikat dari Ukraina. Mereka hidup sangat terbatas dan sepenuhnya bergantung tunjangan sosial dari pemerintah.

Koum membantu menyapu di toko kelontong. Pada 2009, dia dan temannya, Brian Acton, meluncurkan aplikasi pesan di kalangan pengguna ponsel pintar untuk menghubungkan orang di seluruh dunia. Saat ini pengguna WhatsApp mencapai 450 juta pengguna. 

2. Kenny Troutt

Dia adalah pendiri Excell Communications.
Menurut data per September 2013, jumlah kekayaan yang dimilikinya sebesar US$1,7 miliar.

Troutt hanya dibesarkan oleh ayahnya. Karena terbentur biaya, dia menjual asuransi jiwa untuk masuk ke Southern Illinois University. 

Dia mengumpulkan pundi-pundi kekayaannya dari Excell Communications yang ia dirikan pada 1988. Pada 1996 perusahaan itu resmi menjual sahamnya ke publik.

Dua tahun kemudian, Troutt menggabungkan perusahaan miliknya dengan Telegrobe dalam kesepakatan US$3,5 miliar. Saat ini Troutt memilih pensiun dan memiliki investasi yang besar pada sebuah pacuan kuda.

3. Howard Schultz

Dia adalah pemilik Starbucks. jumlah kekayaan yang dimilikinya per September 2013 yakni sebesar US$2 miliar. Schultz dibesarkan pada suatu perumahan miskin.

"Saya selalu merasa tumbuh pada kondisi yang berbeda dengan orang lain, mereka memiliki banyak sumber daya, lebih banyak uang, dan keluarga yang bahagia. Dan entah dengan alasan apa, mengapa dan bagaimana, saya sering memanjat pagar melihat mereka. Saat ini saya telah memiliki jas dan dasi, tetapi saya selalu sadar dari mana asal saya dahulu," ujar Schultz dalam sebuah wawancara dengan salah satu tabloid asal Inggris, Mirror.

Schultz akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa sepak bola di University of Northern Michigan dan bekerja di Xerox setelah lulus.

Tak lama setelah itu, dia mengakuisisi sebuah kedai kopi Starbucks yang pada saat itu hanya memiliki 60 gerai.

Schultz menjadi CEO perusahaan itu pada 1987 dan berhasil mengembangkan Starbucks yang saat ini memiliki lebih dari 1.600 outlet di seluruh dunia.

4. Ken Langone

Jumlah kekayaannya per September 2013 sebesar US$2,1 miliar. Ayahnya bekerja sebagai tukang ledeng, sedangkan ibunya menjadi pelayan di kantin.

Untuk membantu membayar sekolahnya di Bucknell University, iapun bekerja serabutan dan orang tuanya menggadaikan rumah mereka.

Pada 1968, Langone bekerja di Ross Perot untuk mengakuisisi Electronic Data Systems (HP). Hanya dua tahun kemudian, ia kemudian bermitra dengan Bernard Marcus untuk mendirikan Home Depot, perusahaan ini go public pada 1981.

5. Oprah Winfrey

Jumlah kekayaannya per September 2013 sebesar US$2,9 miliar. Winfrey dilahirkan pada sebuah keluarga yang miskin di Mississippi, tetapi tidak menurunkan semangatnya untuk bisa mendapatkan beasiswa di Tennessee State University dan menjadi koresponden wanita Afrika pertama di TV Amerika Serikat.

Pada 1983, Winfrey pindah ke Chicago untuk bekerja di sebuah talk show yang kemudian dikenal "The Oprah Winfrey Show".

6. Shahid Khan

Jumlah kekayaannya yang dia miliki per September 2013 yakni sebesar US$3,8 miliar.
Saat ini dia masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Tak ada menyangka, dahulu untuk memenuhi kebutuhan dan biaya kuliah, Khan bekerja mencuci piring dengan bayaran US$1,2 per jam. Itu dia lakukan selama kuliah di University of Illinois.

Saat ini Khan adalah pemilik Flex-N-Gate, salah satu perusahaan manufaktur suku cadang mobil terbesar di Amerika Serikat.

Selain itu, dia juga memiliki klub NFL Jacksonville Jaguars dan klub sepak bola 
Fulham, Premier League.

7. Kirk Kerkorian

Jumlah kekayaan yang dimilikinya per September 2013 yakni sebesar US$3,9 miliar. Dahulu, untuk membantu meringankan keuangan keluarganya yang merupakan imigran dari Armenia, Kerkoin memutuskan untuk drop out dari sekolah menengah pertama dan memilih menjadi petinju.

Selama perang dunia kedua, Kerkoin bekerja di Royal Air Force, Inggris. Tetapi, kemudian dia merubah minatnya menjadi membangun banyak resot dan hotel terbesar di Las Vegas. Kini, dia menjadi pemilik raksasa resot.

8. John Paul DeJoria

Jumlah kekayaan yang dimilikinya per September 2013 sebesar US$4 miliar.
Pada usia 10 tahun, untuk membantu menghidupi keluarganya, dia menjual koran dan kartu Natal. 

Karena orang tuanya sudah tidak mampu lagi untuk menghidupinya, diapun dikirim ke sebuah panti asuhan. Iapun menghabiskan beberapa waktu di panti asuhan tersebut sebelum akhirnya memilih bergabung dengan militer.

Dia kemudian memberanikan diri meminjam US$700 dan menciptakan Paul Mitchell Systems. Dia menjual shampo dari pintu ke pintu dan tinggal di dalam mobil tua miliknya karena tidak memiki tempat tinggal.

Saat ini dia menjadi pemilik Patron Tequila dan memiliki investasi di beberapa industri lain. (eh)  

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/483319-ini-miliarder-yang-sukes-memulai-bisnis-dari-nol

ANAK MUDA KREATIF

Categories :



SUASANA ruang tamu di rumah Arfi’an Fuadi, 28, di Jalan Canden, Salatiga, Jawa Tengah, masih dipenuhi nuansa Idul Fitri. Jajanan Lebaran seperti kacang, nastar, dan kue kering memenuhi meja untuk menjamu tamu yang berkunjung.

Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.

Kiprah dua bersaudara itu di dunia rancang teknik internasional tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu Arie memenangi kompetisi tiga dimensi (3D) design engineering untuk jet engine bracket (penggantung mesin jet pesawat) yang diselenggarakan General Electric (GE) Amerika Serikat. Arie mengalahkan sekitar 700 peserta dari 56 negara.

”Lomba ini membuat alat penggantung mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut mesin jet seberat 9.500 pon. Saya berhasil mengurangi berat dari 2 kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,” ungkap Arie ketika ditemui di rumah kakaknya, Senin (4/8).

Yang membanggakan, Arie mengalahkan para pakar design engineering yang tingkat pendidikannya jauh di atas dirinya.

Misalnya, juara kedua diraih seorang PhD dari Swedia yang bekerja di Swedish Air Force. Sedangkan yang nomor tiga lulusan Oxford University yang kini bekerja di Airbus. ”Padahal, saya hanya lulusan SMK Teknik Mekanik Otomotif,” jelas Arie.

Sekilas memang tak masuk akal. Bagaimana bisa seorang lulusan SMK yang belum pernah mendapatkan materi pendidikan CAD (computer aided design) mampu mengalahkan doktor dan mahasiswa S-3 yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat? CAD adalah program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk.

Rupanya, ilmu utak-atik desain teknik itu diperoleh dan didalami Arie dan kakaknya, Arfi, secara otodidak. Hampir setiap hari keduanya melakukan berbagai percobaan menggunakan program di komputernya. Mereka juga belajar dari referensi-referensi yang berserak di berbagai situs tentang design engineering.

”Terus terang dulu komputer saja kami tidak punya. Kami harus belajar komputer di rumah saudara. Lama-lama kami jadi menguasai. Bahkan, para tetangga yang mau beli komputer, sampai kami yang disuruh ke toko untuk memilihkan,” kenang Arfi.

Sebelum menjadi profesional di bidang desain teknik, dua putra keluarga A. Sya’roni itu ternyata harus banting tulang bekerja serabutan membantu ekonomi keluarga. Arfi yang lulusan SMK Negeri 7 Semarang pada 2005 pernah bekerja sebagai tukang cetak foto, di bengkel sepeda motor, sampai jualan susu keliling kampung.

Sang adik juga tak jauh berbeda, jadi tukang menurunkan pasir dari truk sampai tukang cuci motor. ”Kami menyadari, penghasilan orang tua kami pas-pasan. Mau tidak mau kami harus bekerja apa saja asal halal,” tutur Arfi.

Baru pada 2009 Arfi bisa menyalurkan bakat dan minatnya di bidang program komputer. Pada 9 Desember tahun itu dia memberanikan diri mendirikan perusahaan di bidang design engineering. Namanya D-Tech Engineering Salatiga. Saksi bisu pendirian perusahaan tersebut adalah komputer AMD 3000+. Komputer itu dibeli dari uang urunan keluarga dan gaji Arfi saat masih bekerja di PT Pos Indonesia.

”Gaji saya waktu itu sekitar Rp 700 ribu sebagai penjaga malam kantor pos. Lalu ada sisa uang beasiswa adik dan dibantu bapak, jadilah saya bisa membeli komputer ini,” kenangnya.

Setelah berdiskusi dengan sang adik, Arfi pun menetapkan bidang 3D design engineering sebagai fokus garapan mereka. Sebab, dia yakin bidang itu booming dalam beberapa tahun ke depan. ”Kami pun langsung belajar secara otodidak aplikasi CAD, perhitungan material dengan FEA (finite element analysis), dan lain-lain,” jelasnya.

Tak lama kemudian, D-Tech menerima order pertama. Setelah mencari di situs freelance, mereka mendapat pesanan desain jarum untuk alat ukur dari pengusaha Jerman. Si pengusaha bersedia membayar USD 10 per set. Sedangkan Arfi hanya mampu mengerjakan desain tiga set jarum selama dua minggu.

”Kalau sekarang mungkin bisa sepuluh menit jadi. Dulu memang lama karena kalau mau download atau kirim e-mail harus ke warnet dulu. Modem kami dulu hanya punya kecepatan 2 kbps. Hanya bisa untuk lihat e-mail.”

Di luar dugaan, garapan D-Tech menuai apresiasi dari si pemesan. Sampai-sampai si pemesan bersedia menambah USD 5 dari kesepakatan harga awal. ”Kami sangat senang mendapat apresiasi seperti itu. Dan itulah yang memotivasi kami untuk terus maju dan berkembang,” tegas Arfi.

Sejak itu order terus mengalir tak pernah sepi. Model desain yang dipesan pun makin beragam. Mulai kandang sapi yang dirakit tanpa paku yang dipesan orang Selandia Baru sampai desain pesawat penyebar pupuk yang dipesan perusahaan Amerika Serikat.

”Pernah ada yang minta desain mobil lama GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemilik sampai harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen mirip,” jelasnya.

Selama lima tahun ini, D-Tech telah mengerjakan sedikitnya 150 proyek desain. Tentu saja hasil finansial yang diperoleh pun signifikan. Mereka bisa membangun rumah orang tuanya serta membeli mobil. Tapi, di sisi lain, capaian yang cukup mencolok itu sempat mengundang cibiran dan tanda tanya para tetangga.

”Kami dicurigai memelihara tuyul. Soalnya, pekerjaannya tidak jelas, hanya di rumah, tapi kok bisa menghasilkan uang banyak. Mereka tidak tahu pekerjaan dan prestasi yang kami peroleh,” cerita Arfi seraya tertawa.

Sayangnya, dari 150 proyek itu, hanya satu yang dipesan klien dalam negeri. ”Satu-satunya klien Indonesia adalah dari sebuah perusahaan cat. Mereka beberapa kali memesan desain mesin pencampur cat,” lanjutnya.

Meski punya segudang pengalaman dan diakui berbagai perusahaan internasional, Arfi dan Arie masih belum bisa berkiprah di desain teknik Indonesia. Penyebabnya, mereka hanya berijazah SMK.

”Kalau ditanya apakah tidak ingin membantu perusahaan nasional, kami tentu mau. Tapi, apakah mereka mau? Di Indonesia kan yang ditanya pertama kali lulusan apa dan dari universitas mana,” ujarnya.

Stigma ”hanya berijazah SMK” ditambah sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang adil itulah yang ikut mengandaskan keinginan Arie melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 di Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Arie tidak bisa masuk jurusan itu karena hanya lulusan SMK mekanik otomotif.

”Saya ingin kuliah di jurusan itu karena ingin memperdalam ilmu elektro. Kalau mesin saya bisa belajar sendiri. Tapi, saya ditolak karena kata pihak Undip jurusannya tidak sesuai dengan ijazah saya. Padahal, lulusan SMA yang sebenarnya juga tidak sesuai diterima. Ini kan tidak adil namanya,” cetus Arie.

Meski ditolak, Arie tidak kecewa. Bersama sang kakak, dia tetap ingin menunjukkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dan itu telah dibuktikan dengan menjuarai kompetisi design engineering di Amerika yang diikuti para ahli dari berbagai negara. Selain itu, mereka tak segan-segan menularkan ilmunya kepada anak-anak muda agar melek teknologi 3D design engineering.

”Ada beberapa anak SMK yang datang ke kami untuk belajar. Sekarang ada yang sudah kerja di bidang itu. Ada juga yang bakal ikut kompetisi Asian Skills Competition sebagai peserta termuda,” jelasnya.

Mereka juga punya keinginan mengembangkan teknologi energi terbarukan. Salah satunya dengan mengembangkan desain pembangkit listrik tenaga angin.

”Kami bekerja sama dengan anak-anak SMK untuk mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah. Lalu, Mas Ricky Elson (pembuat mobil listrik yang dibawa Dahlan Iskan dari Jepang, Red) pernah menghubungi lewat Facebook, ingin menjalin kerja sama dengan kami. Tentu saja kami terima,” ungkapnya.

Dengan semua upaya itu, mereka punya satu impian, yakni mengembangkan sumber daya lokal Salatiga untuk menjadikan kota kecil itu pusat pengembangan manufaktur teknologi kelas dunia. Layaknya Silicon Valley di San Francisco, Amerika Serikat.

”Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi pusat industri manufaktur dunia. Terlebih lagi, teknologi 3D printing bakal menjadi tulang punggung industri masa depan. Itulah kenapa 3D design engineering sangat penting,” tandasnya.  (*/c9/ari)

*sumber: http://www.radioelnury.com/2014/08/belajar-kemustahilan-dari-anak-muda-smk.html